Science Club Napak Tilas ke
Gua
Jepang dan Gua Belanda
Alam
yang penuh tantangan mampu mengajarkan siswa hidup nyata yang sesungguhnya
dengan kegembiraan tanpa paksaan namun menghasilkan pembelajaran sikap,
keterampilan untuk mencapai siswa berkarakter positif
B
bAnggota Science Club SMP Negeri 3 Padalarang
berfoto
di depan tugu Ir.H.Juanda Dago Pakar
Kegiatan observasi alam dengan hiking, mengunjungi Dago
Pakar merupakan kegiatan rutin setiap akhir semerter Ektrakurikuler Science
Club SMP Negeri 3 Padalarang Kab. Bandung Barat. Pada 23 desember 2013 dengan personal sekitar 70 anggota ditambah 5 orang guru pembimbing kami
menuju kawasan Dago Pakar dengan menggunakan kendaraan umum dari Padalarang
sekitar satu jam. Lokasi yang kami
kunjungi adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Ir.H.Juanda
Dari parkir Tahura, semua
anggota berlajan sekitar 50 meter menuju Tugu Ir.H.Juanda. suasana hutan
lindung sudah mulai terasa sejuk dan dingin karena pohon yang menaungi sangat
rimbun dan tinggi.
Sampai di tugu yang
disampingnya terdapat panggung atraksi,
Ibu Mardiah sebagai pembimbing eskul mengumpulkan semua anggota untuk
istirahat sejenak. Di sekitar tugu ini, para siswa mengamati tumbuhan yang ada
disekeliling dengan melihat sistimatika yang ditempel di batang pohon. Dari pengamatan semakin jelas kalau pohon yang sangat tinggi
dan diameternya cukup besar itu, ternyata umurnya ratusan tahun dan didatangkan
dari seluruh penjuru dunia seperti Meksiko dan Afrika
Sistimatika tumbuhan yang
ditempel pada setiap batang tumbuhan lindung untuk mengetahui identitas juga petunjuk hewan yang ada di hutan lindung
Untuk mengenal lebih jauh Tahura maka kami mengunjungi Museum mini yang
berada dekat tugu. Dari sini kami mendapat penjelasan mengapa Hutan lindung ini
diberi nama Ir.H.Djuanda. Karena Ir.H.Juanda
adalah sang Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia sehingga namanya diabadikan sebagai nama Taman Hutan
Raya di kawasan Dago Pakar ini. Di dalam museum ini juga terdapat foto-fotonya dan beberapa peninggalan
penghargaan dan mendali milik beliau.
Mengapa anggota Science Club
SMP Negeri 3 Padalarang sering mengunjungi Tahura IR.H.Djuanda? Ibu Rini Wulan
sebagai salah satu pembina menjelaskan bahwa Tahura merupakan daerah yang
dikondisikan sebagai tempat konservasi alam yang terhampar mulai dago pakar, Lembang
dan Maribaya. Disini siswa dapat belajar langsung dengan mengamati berbagai tanaman
pohon lindung yang Kenakeragaman tumbuhan sangat bervariasi
karena didatangkan dari seluruh daerah
di belahan bumi ini. Dan tempat ini bisa
dijadikan lokasi hiking yang cukup panjang dengan menyusuri trak Dago Pakar,
Lembang dan maribaya melalui jalan
setapak. Selain udaranya sejuk juga pemandangan alamnya yang sangat indah.
Pintu gerbang Gua Belanda
Dengan berjalan sekitar
sepuluh menit dari museum mini, kami akan melewati dua buah gua bersejarah
yaitu Gua Jepang dan Gua Belanda. Didepan gua para penyewa lampu senter sudah
siap memberikan pinjaman seharga Rp.3000,- untuk penerang masuk gua yang sempit, panjang dan banyak cabangnya
sehingga masuknya pun harus berpegangan.
Pak Heryadi sebagai pembimbing
yang mengajar IPS, menjelaskan
tentang bukti sejarah ini. Goa Jepang yang didirikan pada tahun
1942 dibangun oleh orang-orang Indonesia
yang menjadi romusha Jepang. Goa sepanjang ± 70 meter ini difungsikan sebagai
tempat perlindungan sekaligus pusat pertahanan Jepang di Bandung utara. Di
dalamnya, terdapat empat buah kamar yang dulunya dipakai istirahat panglima
tentara Jepang. Sedangkan Gua Belanda dibangun
pada 1941 ini dulu digunakan sebagai terowongan PLTA Bengkok. Kawasan Dago
Pakar dianggap sangat menarik, karena selain kawasannya yang terlindung, tempat
ini juga dekat dengan pusat Kota Bandung. Makanya, pada awal perang dunia II
tahun 1941, Militer Hindia Belanda membangun stasiun radio telekomunikasi.
Bangunan itu berupa jaringan goa di dalam perbukitan batu pasir . Saat perang
memuncak, goa ini berfungsi sebagai pusat komunikasi rahasia tentara Belanda,
sedangkan pada masa kemerdekaan dimanfaatkan sebagai gudang mesiu.
.Setelah kami menyusuri kedua
gua yang berdekatan dengan penuh kegembiran namun banyak tantangan, kami
melanjutkan perjalanan dengan jogging track berjalan kaki santai
menyusuri jalan yang beralas plafing blok dan dikanan kiri ditumbuhi tanaman
lindung untuk menuju air terjun, curug Omas da curug Lalay.
Hiking jalan santai
menyusuri jalan setapak dari Gua Belanda menuju Maribaya sekitar 3 jam jalan
santai
Pejalanan kami sekitar 3 jam
jalan santai yang diselingi istirahat. Udara yang sejuk dan pemandangan yang
sangat indah bisa menghilangkan rasa
lelah dan letih walau banyak jalan mendaki.
Kebersamaan dengan canda dan tawa membuat suasana menjadi lebih
gembira.
Kadang hujan turun deras
melengkapi perjalanan kami. Inilah pembelajaran mental, sikap dan emosi
kejiwaan yang sempurna. Alam yang penuh tantangan telah mengajarkan siswa untuk tidak cepat
mengeluh, tidak takut kotor, tidak takut basah kehujanan. Kuat dan tangguh
menghadapi jalan yang naik dan turun. Alam mengajarkan siswa penuh persahabatan
tanpa paksaan karena semua dilalui dengan rasa gembira dan bahagia. Alam yang
penuh tantangan mengajarkan siswa arti kebersamaan, saling berbagi makanan, dan
saling tolong menolong disaat ada teman yang sakit. Sehingga Alamlah sebagai
guru yang profesional dan sangat jujur
mengajarkan banyak karakter. Dan kami pembimbing siswa hanya sebagai fasilitator dan mediator
saja, demikianlah bu Mardiah pembina eskul selama sepuluh tahun mengajak siswa
untuk menyatu dengan alam.
Tanah
Lapang tempat tujuan akhir
Perjalanan hiking, berakhir dengan jembatan yang dibawahnya mengalir ke sungai
Cikapundung. Dilanjutkan menyusuri jalan
setapak sekitar lima menit sampailah di Curug Lalay dan curug Omas. Diatas
curug melintang jembatan sekitar 30
meter yang terbuat dari kayu dan berayun. Di bawahnya ada air terjun yang cukup dalam, terjal dan lebar.
Maka kami harus bergantian dan hati-hati
melewatinya karena cukup berbahaya. Di Ujung jembatan terbentang tanah lapang cukup luas yang sekitarnya ditumbuhi tanaman pinus dan banyak kera yang
bergelantungan. Beberapa kerapun akan menghampiri kami untuk meminta
makanan. Disinilah kami beristirahat
cukup lama karena inilah akhir perjalanan kami, yaitu Maribaya.
Di Tanah luas ini kami bisa menikmati keindahan alam sekeliling
dengan santai sambil istirahat, makan
dan duduk di atas tikar sewaan . Di
sebelah atas banyak warung dan sebelah
bawah terdapat mushala.
Permainan kelompok di alam,
Outbond yang menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan
Setelah rasa lelah
hilang, tibalah giliran ketua Science
Club Agus Maulana dibantu Mahmud seksi acara, memimpin permainan alam outbont.
Permainan kelompok ini mengajarkan kekompakan dan kebersamaan dalam suasana
ceria, akrab dan gembira. Juga bisa mengeluarkan emosi dan kejiwaan siswa untuk menemukan kepuasaan dan percaya
diri yang tinggi.
Sekitar dua jam berada di
lokasi ini, kami meninggalkan Maribaya dengan melewati kolam air panas. Karena
hujan cukup deras membuat dingin, maka kamipun masuk ke kolam air air panas bersama dengan baju
yang menempel di badan. Membuat semua merasa senang dan gembira sambil
menghangat badan.
Hanya sekitar satu jam
bermain air panas, kamipun pulang dengan baju basah tidak diganti berjalan
menuju kendaraan yang menunggu di tempat
parkir. Perjalanan pulang melewati pasar
Lembang menuju Koperasi Susu Bandung Utara untuk membeli susu murni yang
harganya sangat murah Rp. 5.000 satu liter. Youghurt yang asli, krupuk susu, permen
susu. Semuanya menjadi oleh-oleh untuk
dibawa pulang.
Inilah perjalanan alam yang
banyak memberikan pembinaan sikap,
mental dan karakter yang kuat dan tangguh juga membuat siswa bahagia dan menyenangkan.Hal ini
terbukti dengan Media sosial facebook
akan rame dengan status yang menceritakan kepuasaan dan kebahagian perjalanan.
Alam diciptakan oleh sang Maha untuk dinikmati bukan
dibiarkan karena alam sumber belajar yang sangat sempurna untuk membentuk
manusia seutuhnya.
Salam Berpetualang.
Science
Club
Cinta
Alam Cinta Allah
23 Desember 2013
Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan....?
Alam adalah Ciptaan yang Maha disiapkan untuk kenikmatan manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar