Kamis, 07 Juli 2016


PERJALANAN DI AUSTRALIA




A.    BEST PRACTICES
Pada bagiani ini penulis mengungkapkan berbagai pengalaman terbaik yang dialami selama tinggal di Adelaide. Dalam hal ini penulis berpendapat bahwa pengalaman ini merupakan bentuk best practices  penulis. Berikut diungkapkan beberapa pengalaman penulis selama tinggal bersama house family dan pengalaman beraktivitas di tengah aktvitas masyarakat Kota Adelaide.


1.    Pengalaman Bersama House Family
Informasi  tentang House Family  pertama kali diketahui penulis pada hari kamis 7 November masih di rumah saat mau berangkat ke Dinas Pendidikan  Provinsis Jawa Barat  sehingga namanya sudah diketahui lebih awal dan juga sempat menjawab kiriman email darinya. Dari semua peserta di group 5 saya bersama bu Yuyun  yang pertama tahu karena yang mengirim adalah peserta yang tinggala di rumahnya yaitu Yoyon.  House family saya bernama Rob dan Lyn Pattison yang tinggal di 12 Flinder Hacham Nourlungga Adelaide.
Pertama kami bertemu adalah ketika  sampai di Bandara Adelaide, dia menjemput kami berdua, Penulis dan Yuyun Yuliani dari Kabupaten Bandung, kami dibawa kerumahnya sekitar 30 menit di perjalanan
.
              Ketika sampai di rumahnya, inilah awal keanehan dan ketakjuban. Dengan melihat situasi rumah saja terdapat pembelajaran berharga. Rumah yang sederhana, rapih, alamiah namun isinya serba elektronik. Penggunaan rumah yang sangat efektif dan efisien. Membuat kami kagum. Penataan rumah dan kelengkapannya juga disesuaikan dengan keadaan cuaca dan kondisi alam yang ada. Banyak pembelajaran yang sangat berharga yang dapat saya tanggap sesuai dengan kepekaan dan pemikiran saya yaitu dalam hal:
a.Terbiasanya mengatasi cuaca ektrim  yang dingin
         Keadaan cuaca Adelaide sangat berbeda dengan Indonesia kerena memilki iklim Subtropis, dan ternyata setelah 21 hari tinggal di Aelaide kami sangat merasakan suhu yang sangat berbeda. Keadaan suhu di dalam rumah dan di luar rumah bisa diketahui dengan alat pengukur yang dimiliki oleh house family. Saat kami berada di Adelaide, yang paling sering dialami adalah suhu yang cukup dingin sampai pernah mengalami suhu di bawah 10 derajat celcius.
              Pertama mengalami suhu diningin ini, kami berdua sangat kaget dan sangat menggigil  karena tak pernah kami merasakan seperti ini, sampai Hf memberikan pertolongan dengan memberikan baju hangat. Dalam situasi dingin ini ada yang membuat kami takjub. Ternyata mereka bisa mengatasi dengan sangat efektif. Ketika kami bilang kedinginan langsung Mr.Robb menyalakan perapian kayu, dan benar ruangan langsung menghangat. Ketika kami masuk kamar dan merasakan kedinginan yang sangat, langsung Mrs.Lyn menyalakan Hitter, penghangat listrik untuk kamar dan jika masih juga saat tidur kedinginan maka kami disarankan untuk menyalakan penghangat yang ada di bawah kasur. Sungguh keadian yang luar biasa, mereka sudah terbiasa  mengatasi situasi yang ektrim kedaan suhunya. Inilah satu kekagumanku pada mereka.
               Keadaan cuaca dan suhu ini menjadi perhatian serius mereka, setiap pagi sebelum berangkat training, kami selalu diberitahu suhu hari ini akan panas atau dingin, mereka setiap hari selalu mendapat berita cuaca dari radio, tv, internet atau alat yang mereka miliki. Dan ternyata apa yang mereka katakan di pagi hari, siangnya pasti cuaca selalu tepat. Jadi sering kali kami dibetulkan jika kami memakai pakaian yang salah yang tidak cocok dengan cuaca hari itu.
               Dan ternyata perubahan suhu dan cuaca bisa  berubah      dalam      setiap harinya. Bisa saja terjadi hari ini sangat dingin sekitar 15 derajat celsius dan besok atau lusanya panas sampai 32         derajat celcius. I     nilah yang      membedakan cuaca Adelaide. Dan yang sangat berbeda        lagi adalah suhu udara mencapai 35 derajat C yang sama dengan di Jakarta, tapi panas di Adelaide tidak menyengat dan tidak membuat tubuh berkeringat sehingga baju yang kita pakai bisa berulang-ulang karena tidak mudah berbau.

                     Di Adelaide tidak pernah turun salju namun jika musim dingin tiba malah es yang ukuran sebesar batu krikil akan banyak turun sampai bisa menghancurkan rumah dan bangunan bahkan bisa melukai orang, begitu yang diceritakan Mr.Robb kepada kami jika setelah dinner kami sering bertukar cerita dan kamipun sering menceritakan bagaimana cuaca di Indonesia.
b.Penyususunan rumah dan peralatan yang mempermudah menggunakan
     pengambilan dan pemyimpanan kembali
                  Ketakjuban kami mereka house family adalah situasi rumah sederhana tidak tinggi, banyak dinding kayu, mungkin ini untuk mengatasi cuaca dingin. Ketakjuban bertambah penyimpanan barang dan alat-alat rumah yang sangat rapih dan tersussun sesuai dengan fungsi dan kegunaannya sehingga jika mengambil dan menyimpan kembali akan sangat mudah. Tidak ada satu sudut yang tidak bermanfaat, semua dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dengan kata lain ketakjubanku tinggi karena mereka bisa mengklasifikasikan penyimpanan peralatan rumah sesuai fungi dan kegunaannya.

c.Pembuangan sampah di dapur yang sudah diklasifikasikan berdasarkan jenisnya.
              Awal  berada di dapur kami berdua sangat terkagum ketika Mrs.Lyn memberiatukaku kalau membuang sampah ini tempatya ada 3. Dapur yang tidak luas namun sangat rapih.Di bawah kran air ada tong sampah yang tertutup khusus untuk plastik tipis yang akan diangkut oleh mobil. Di bawah kompor, tertutup juga ada tong sampah yang khusus sampah organik bekas, sayuran atau buah-buahan yang nantinya tidak dibuang keluar namun dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos di kebun belakang rumahnya yang pembuatnnya dialirkan air dari kran bekas cuci piring sampai menuju ke belakang rumah tempat pembuatan pupuk kompos Dan dia menunjukkan satu lagi plastik untuk sampah khusus  yang mengandung alumunium dan plastik tebal untuk recycling.
              Perkenalan dapurnya ini membuat aku termenung dan seringnya kuucapkan. Its amazing, fabtastic..Karena baru kali ini saya menemukan dan diajarkan membuang sampah di dalam rumah, di dapur harus dikelompokan menjadi 3 bagian. Sungguh luar biasa. Jadi pendapat kami, mereka sudah terbiasa hidup teratur dan displin sampai sampah saja yang akan dibuang masih bisa dimanfaatkan untuk pupuk atau untuk daur ulang. Inilah kelebihan mereka untuk kesekian kalinya.



d. Pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi litrik di rumah tangga
                Ketakjuban dan kekagumanku pada house family Mr. Rob dan lyn Patison
   Bertambah di setiap harinya. Karena setelah kita ngobrol sehabis dinner pasti saja ada hal positif yang dapat dipelajari. Sampai suatu hari saya bertanya dari mana sumber listrik yang dipakai di rumah ini. Dngan cepat dia menjawab dari matahari.ya from Sun dia bilang. Saya kaget. Semua hal di rumah ini  listriknya bersumbr dari matahari. Dia bilang ya. Memang di Inonesia saya sudah mengikuti semiar tentang Eneri baru yang Terbarukan yaitu  matahri bisa dijadikan sumber energi lisrik tapi jumlahnya masih sangat belum sampai di rumah masyarakat. Nah yang berbeda disini adalah energi matahai sudah dimanfaatkan oleh setiap rumah penduduk.
                    Ya benar sangat takjub bisa seperti ini, padahal energi matahari jumlahnya di Adelaide tidak sebanyak di Indonesia. Disini intensitasnya tidak sekuat di Indonesia, walau panas tapi sering tertiup angin  dan udara lembab dari kutub selatan, sedangkan di Indonesia jauh dari kutub malah di darah katulistiwa sehingga intensitas cahaya lebih kuat.
                   Cukup lama saya tertegun dan takjub, Indonesia yang kuat intensitas cahayanya malah belum memanfaatkan energi cahaya matahari sedangkan di Adelaide cukup banyak rumah penduduk sudah memanfaatkan energi matahari untuk penerangan, pemanas, masak, Ac, TV dan sebagainya. Sungguh teknologi canggih dan kreatifitas di Adelaide lebih tinggi dibanding tanah air, sampai Mr.Robb dangan lancar dan jelas menerangkan bagaimna proses perubahan energi matahari  menjadi energi listrik, dia sangat memahami proses ini karena Mr.Robb adalah seorang Phd. Lulusan Universitas Oxorf Amerika dalam bidang science.
               Cukup lama dan jelas sampai digambarkan dalam secarik kertas, bagaimana listrik dihasilkan, ternyata dalam proses ini membutuhkan kotak hitam yang disimpan di atas genting yang disebut phanel, alat inilah yang harganya cukup mahal, dan dia memiliki 7 buah phanel dan setiap rumah berbeda –beda sesuai kesangupannya, malah ada yang tidak memiliki phanel tapi bisa disubsidi silang yang dikelola oleh pemerintah. Istital perubahan ini disebut voltaic karena  phanel yang terbuat dari solar di bawahnya ada alat berupa kotak yang merubah energi cahaya menjadi listrik . Pada alat inilah baru terihat adanya aliran listrik yang akhirnya dipasang kabel untuk disalurkan pada alat-alat kebutuhan rumah lainnya. Prosesnya sangat sederhana hanya dibutuhkan keseriusan dan kesungguhan.
                  Dalam fikiranku, andai saja di tanah air dapat menggunakan proses voltaic ini, maka hasilnya akan lebih banyak karena sinar mataharinya lebih kuat. Mr. Robb telah mengajarkan pelajaran sangat berharga untuk ku yang nantinya sebagai bahan cerita dan motivasi untuk para muridku supaya lebih maju. Setelah mendapat pembelajaran ini saya sudah sangat tidak sabar memberitahukan pada tanah air. Ingin cepat menyebarkan pelajaran ini, sampai saya buat status di facebook tentang voltaic ini dan ternyata sambutan dan komennya sangat besar.
                  Dengan demikian kita perlu belajar dan mengembangkan terus supaya suatu saat, kitapun bisa memanfaatkan energi matahari yang selalu ada di setiap hari di tanah air menjadi sumber energi listrik untuk kebutuhan hidup di rumah tangga.






e. Apa Rahasia umur panjang, sehat dan energik di usia tua orang Adelaide?
House family yang melayani saya setiap hari, mulai makan, nyuci baju, antar jemput perhatian lainnya tidak bisa dibilang muda. Mereka berdua usinya hampir menjelang 80 tahun. Awalnya saya tidak percaya tapi mereka mengakui begitu. Hal ini juga merupakan satu keanehan dan ketakjubanku. Usia sekitar 80 tahun tapi masih kuat, energi, jalan cepat, berfikir masih kuat, megingat puluhan tahun yang masih ingat. Orang tua Mrs.Lyn pun masih ada, kami sering bertemu yang usianya 98 tahun tapi dia masih kuat berjalan dan berkumpul dengan keluarga.
                Sungguh hal ini luar biasa untukku jika membandingkan dengan orang Indonesia karena umur 60 an atau 70an sudah sangat lemah, lesu. Orang tuaku saja seumur dengan Mr.Robb sangat berbeda, dia sudah lemah, lesu sakit-sakitan. Tapi Mr Robb dan Lyn setiap harinya snngat energik sampai bisa dia melayani kami berdua dalam berbagai hal.
               Berhari-hari selama kami menginap di rumahnya, saya selalu memperhatikan kebiasaan hidup mereka berdua sehari-hari, Akhirnya barulah saya memiliki dugaan namun dihubungkan dengan pengetahuan yang saya miliki, penyebabnya ada 3 faktor, yaitu pola makan, rutin membaca buku dan selalu berfikir positif dalam segala hal.
                      Waktu makan dan jenis makanan yang biasa mereka lalukan, waktunya rutin 3 kali, namun ada kebiasan yang sangat berbeda dengan di kita. Inilah yang mebuat mereka selalu sehat, yaitu pagi hari mereka biasa meminum jeruk lemon segar ditambah semangkok kecil sereal atau roti ditambah segelas susu. Di siang hari bisa roti, spageti atau kopi susu. Dan di sore atau makan malam saat dinner baru makan berat itupun jumlah karbohidratnya tidak banyak paling dari roti, atau makroni, jadi daging atau ikan lebih banyak.Dan yang membedakan adalah konsumsi minyak tidak banyak seperti di kita, karena jarang memakan gorengan, banyak makanan dimasak menggunakan microwave. Jadi yang berbeda disini adalah protein yang mereka makan lebih banyak dari karbohidrat sehingga tidak ada kelebihan energi di dalam tubuhnya yang nantinya akan menumpuk menjadi sumber penyakit kolesterol atau asam urat.
               Penyebab mereka panjang umur dan energi di usia tua adalah kebiasaan membaca mereka sangat tinggi terlihat di rumahnya jumlah buku sangat banyak, hampir di setiap sudut ada buku, dan selama kami menginap jka waktu santai mereka pasti sedang membaca buku. Inilah yang membuat otak mereka masih bisa mengingat kejadian yang sudah puluhan tahun yang lalu karena sesuai ilmu biologi yang saya miliki ternyata sel otak bisa mati jika tidak pernah digunakan tapi sel akan tetap berfungsi dengan baik jika terus digunakan. Nah kebiasaan membaca ini adalah melatih dn menggunakan otak untuk terus bekerja sehingga sel otak masih tetap bekerja di usia yang sudah tua.
            Kebiasaan lain yang membuat mereka tetap sehat dan kuat adalah kebiasaan berfikir positif. Memang benar pengamat kami, mereka selalu ceria tak pernah bentrok antara suami istri selalu menghargai walau mereka berbeda pendapat. Perlakuan pada kamipun demikian, mereka tidak pernah menyalahkan kami jika kami melakukan kesalahan dalam hal bicara Inggris atau kebiasaan lainnya, meraka sering membetulkan tapi dengan bahasa yang sangat bijaksana. Tidak henti-hentinya disetiap bicara dengan kami raut mukanya selalu tersenyum tidak pernah menunjukan kedukaan dan muram walau masalah yang mereka hadapi pasti ada. Tapi mereka selau terlihat ceria dan riang. Dan saat kami beada di rumahnyapun menurt berita sdang terjadi huungan buruk antara pemerintah Indonesia dan Australia, namun kejadian ini tidak berpengaruh sedikitpun pada mereka. Tidak ada emosi dan tidak ada perlakuan berbeda yang mereka lakukan pada kami.
               Jadi mungkin inilah yang membuat Mr.Robb dan Mrs.Lyn menjadi sehat, kuat, energik di usia menjelang 80 tahuan yang kalau di Indonesia seperti umur 40 tahunan ,yaitu kebiasaan pola makan,  membaca yang rutin dan selau berfikir positif dalam segala hal. Mereka mungkin sebagai contoh dan model rahasia umur panjang dan sehat untuk orang Australia pada umumnya.
               Sebenarnya masih banyak pelajaran berharga yang dapat kami ambil dari hidup bersam Mr.Rob dan Mrs.Lyn sebagai house family yang mengurus keperluan kami sehari-hari selama di Adelaide.
          
2.    Pengalaman selama di perjalanan di sekitar Adelaide

                    Pengalaman selama di perjalan yaitu di daam kendaran umum dan di jalan raya sudah disebarluaskan dengan dibuat tuisan dan di muat daam status di facebook pada tanggal 7 Desember pada status Penulis dengan nama face book (Mardiah Alkaff) dan sambuatan serta komennya sangat banyak terlihat 40 orang yang menyukai (like) dan 27 yang memberikan komentar. Dari komen terlihat pengalaman ini menjadi sangat berharga dan sebagi sumber inspirasi bagi pembacanya.
                    Tulisannya sebagi berikut:

Satu minggu sepulang training for teacher dr Australia, di sekolah hanya berbagi pengalaman dengan murid, rekan guru,tentang perbedaan dan segi positif di sana, tuk kemajuan kt ambil yg positif dan tinggalkan negatif, krn tak ada satupun di bumi ini yg sempurna. Salah satu cerita yg membuat tertegun dan heran adalah penduduk disana penuh karakter dan kepribadian yg tinngi, dulu Indonesia terkenal dgn negara yg ramah, benarkah? Begitu datang ke bandara sydney juga adelaide, ramahnya petugas, full sorry dan full thank you.
Ada hal lain yg membuatku takjub krn hal ini tak ada di negri tercinta, Saya dan teman guru, berempat, setiap pagi nunggu bis di stop bus 59 menuju ke kota, keanehan mulai terjadi. kedatangan kami disambut dengan penumpang lain dgn sapaan how are you, good morning padahal kami baru ketemu, gak kenal. oh.la.la. masuk bis semua tertib tak ada yg ingin saling duluan, begitu naik.. itu supir bis menyapa. good morning pd semua penumpang, atau kita yg duluan good morning. atau.how are you. wow..aku tertegun sejenak.. knapa bisa seperti ini? 

kekagumanku bertambah lg setelah naik bis. Di kursi paling depan, datar dengan jalan tak ada yg menduduki, krn khusus untuk orang tua dan cacat. yg lain duduk lebih atas. Ketakjuban lain kutemukan, ketika bis berjalan kebiasaan di tanah air kita ngobrol, sepanjang jalan, namun apa yg mereka lakukan ? baik tua, muda, laki2- atau perempuan, umumnya mereka membaca Buku. wow..amazing.. 

Dan setiap penumpang turun, pasti pamitan sama pak supir dgn bilang thank you, trima kasih pada pak supir , see you dan supir bis menyambutnya dgn ramah pula. Walaupun hal ini aneh..akhirnya kami pun bisa mengikuti kebiasaan ini selama 21 hari di adelaide. 
ya inilah keanehan yg ditemuan buat aku yg baru pertama datang ke negri impianku. 
Sambil bis berjalan, lama dan cukup lama aku termenung dan berfikir.. mengapa setiap orang bisa berlaku ramah di jalan umum knapa tidak di kotaku, Supir dan penumpang saling sapa. padahal di Bandung tak jarang supir dan penumpang saling marah karena lama naik atau turun, atau karena kurang bayaranya. 

Dan satu pembelajaran, mereka sangat menghargai waktu padahal mereka umumnya bukan muslim, sedangkan semua muslim tahu dgn surat al- Ashar. demi waktu, demi masa.. waktu harus dimanfaat. Bagi mereka tak ada waktu yg terbuang. Kekagumanku bertambah dengan melihat semua pejalan kaki, berjalan dengan sangat cepat menuju tempat tujuan dan menyeberang hanya di zebra cross. 

Beberapa hari bahkan lebih dari satu minggu aku memikirkan hal ini, mengapa semua ini bisa terjadi di sini, di adelaide tp tidak di negri tercintaku. aku hanya baru menduga..ya..Pendidikan lah. sekolahlah yg membuat mereka tumbuh penuh disiplin dan karakter.. karena tujuan pendidikannya sangat sederhana, bukan untuk mencerdaskan bangsa. tapi menjadikan bangsanya penuh karakter dan berkepribadian tinggi, Gurunya tak bangga muridnya pinter matematika, tp lebih bangga muridnya sudah bisa antri..sangat sederhana bukan..? 

Saat kuceritakan semua pengalaman ini di depan muridku dan rekan guru..semua sangat kagum dan merasa aneh..kok..bisa ya? kok ada yah yg seperti itu..? 

ya..ya. jika kita hanya tahu diri kita saja. maka kita akan merasa sudah sempurna dan sudah benar.. tp jika kita tengok yg lain..wah..ternyata yg lain banyak yg sudah berlari sangat jauh, banyak yg lebih baik dr kita..
Ya..para muridku.. walau hanya mendengar cerita ibu.. kalian adalah calon pemimpin bangsa ini. kebesaran bangsa ini ada pada pundak kalian. ibu yakin ada diantara kalian yg memiliki jiwa besar untuk dapat membawa perubahan bangsa yg berkarakter.. 

ibu menaruh harapan besar untukmu ketua Sc 
Muhammad Rapli Alamsyah, ketua OsisTeguh Dharmawan, Haifa RK, Putri Artini Hadianti.juga murid2 ibu yg lainnya yg tak bisa ibu sebutkan. ibu yakin kalian banyak yg hebat, karena kalian always the best..








Tidak ada komentar:

Posting Komentar